c. Analisis Komponen
Setelah analisis taksonomi, dilakukan wawancara atau penamatan terpilih untuk memperdalam data yang telah ditemukan melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontras. Data hasil wawancara dimuat dalam catatan lapangan yang terdapat di buku lampiran.
Delapan langkah analisis komponen ;
1. memilih domein yang akan dianalisis
2. mengedintifikasi seluruh kontras,
3. menyiapkan lembar paradigma,
4. mengidentifikasi dimensi kontras yang memiliki dua nilai
5. menggabungkan dimensi kontras yang berkaitan erat menjadi satu.
6. menyiapkan pertanyaan kontras untuk ciri yang tidak ada
7. mengadakan pengamatan terpilih untuk melengkapi data
8. menyiapkan paradigma lengkap
d. Analisis Tema
Merupakan seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan yang sedang diteliti. Sebab setiap kebudayaan terintegrasi dalam beberapa jenis pola yang lebih luas.
Tujuah cara untuk menemukan tema ;
1. Melebur diri
2. Melakukan analisis komponen terhadap istilah acuan,
3. menemukan perspektif yang lebih luas melalui pencarian domein dalam pemandangan budaya
4. menguji dimensi kontras seluruh domein yang telah dianalisis,
5. mengidentifikasi domein terorganisir,
6. membuat gambar untuk menvisualisasi hubungan antar domein
7. mencari tema universal, dipilih satu dari enam topik ; konflik sosial, kontradiksi budaya, teknik kontrol sosial, hubungan sosial pribadi, memperoleh dan menjaga status dan memecahkan masalah. Sesuai dengan topik penelitian maka yang dipilih adalah memecahkan masalah.
Senin, 26 Oktober 2009
Analisis dan Interpretasi Data

Penelitian bo ...!!!
1. Analisis Data
Penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian naturalistik (spradley) maka analisis data dilaksanakan langsung dilapangan bersama-sama dengan pengumpulan data.
Empat tahap analisis data diselingi pengumpulan data yaitu :
a. analisis domein
b. analisis taksonomi
c. analisis komponen
d. analisis tema
a. Analisis Domein
Analisis domein dilakukan terhadap data yang diperoleh dari pengamatan berperan serta/wawancara atau pengamatan deskriptif yang terdapat dalam catatan lapangan.
Pengamatan Deskriptif berarti mengadakan pengamatan secara menyeluruh terhadap sesuatu yang ada dalam latar penelitian.
b. Analisis Taksonomi
Setelah selesai analisis domein dilakukan pengamatan dan wawancara terfokus berdasarkan fokus yang sebelumnya oleh peneliti. Setelah hasil pengamatan terpilih, kemudian di perdalam dengan sejumlah pertanyaan kontras. Data hasil wawancara terpilih dimuat dalam catatan lapangan yang terdapat di buku lampiran.
Tujuh langkah analisis taksonomi ;
1. memilih domein untuk dianalisis,
2. mencari kesamaan atas dasar hubungan semantik yang sama yang digunakan untuk domein,
3. mencari tambahan istilah bagian
4. mencari domein yang lebih besar dan lebih inklusif yang dapat dimasukkan sebagai sub bagian dari domein yang sedang dianalisis,
5. membentuk taksonomi sementara,
6. mengadakan wawancara terfokus untuk mencek analisis yang telah dilakukan,
7. membangun taksonomi secara lengkap
Tahap Pekerjaan Lapangan Analisa Data
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
2) Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri
a) Pembatasan dan Penelit
b) Penampilan
c) Pengenalan hubungan penelitian di lapangan
d) Jumlah waktu studi
3) Berperan-serta sambil mengumpulkan data
a) pengarahan batas studi
b) mencatat data
c) petunjuk tentang cara mengingat data

Cappeee dechh!
3. Tahap Analisis Data
Tahap Penelitian Secara Siklikal
Proses penelitian ini mempunyai pola seperti lingkaran (Siklikal), dalam penelitian ini pengumpulan data di dahulukan, tapi kemudian menyatukan kegiatan pengumpulan data dengan analisa data-nya. (mengikuti terori spradley).
a. pengamatan deskriptif
b. analisa domein
c. pengamatan terfokus
d. analisis taksonomi
e. pengamatan terpilih
f. analisis komponen
g. analisis tema
2) Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri
a) Pembatasan dan Penelit
b) Penampilan
c) Pengenalan hubungan penelitian di lapangan
d) Jumlah waktu studi
3) Berperan-serta sambil mengumpulkan data
a) pengarahan batas studi
b) mencatat data
c) petunjuk tentang cara mengingat data

Cappeee dechh!
3. Tahap Analisis Data
Tahap Penelitian Secara Siklikal
Proses penelitian ini mempunyai pola seperti lingkaran (Siklikal), dalam penelitian ini pengumpulan data di dahulukan, tapi kemudian menyatukan kegiatan pengumpulan data dengan analisa data-nya. (mengikuti terori spradley).
a. pengamatan deskriptif
b. analisa domein
c. pengamatan terfokus
d. analisis taksonomi
e. pengamatan terpilih
f. analisis komponen
g. analisis tema
Tahap Penelitian Secara Umum
Tahap Penelitian Secara Umum
1. Tahap Pra-Lapangan
a. Menyusun Rancangan Penelitian
b. Memilih Lapangan Penelitian

wura-wiri, wura wiri he he ..!!
Cara terbaik dalam menentukan Lapangan Penelitian adalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajari dan mendalami fokus serta rumusan masalah penelitian; untuk itu peneliti harus pergi kelapangan untuk melihat persesuaian dengan kenyataan dilapangan.
Sesuaikan kemampuan dengan keadaan geografis, waktu, biaya, dan tenaga, dalam penentuan tempat penelitian.
c. Menjajaki dan Menilai Lapangan
Perlu di ingat bahwa peneliti sudah harus mempelajari pustaka sebelum terjun kelapangan. Mempelajari segala unsur ; lingkungan sosial, fisik, dan keadaan alam dll.
Pengenalan dan penjajagan yang baik adalah bagaimana peneliti dapat menjadi bagian dari anggota kelompok/masyarakat yang diteliti-nya.
Hal ini dikenal dengan Invensi , Kirk dan Miller (1986:59-70) merumuskan tahap-tahap invensi dalam tiga aspek :
1. pemahaman atas petunjuk dan cara hidup
2. memahami pandangan hidup
3. penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan tempat penelitian
d. Memilih dan memanfaatkan Informan
e. Menyiapkan perlengkapan penelitian
f. Persiapan Etika Penelitian
1. Tahap Pra-Lapangan
a. Menyusun Rancangan Penelitian
b. Memilih Lapangan Penelitian

wura-wiri, wura wiri he he ..!!
Cara terbaik dalam menentukan Lapangan Penelitian adalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajari dan mendalami fokus serta rumusan masalah penelitian; untuk itu peneliti harus pergi kelapangan untuk melihat persesuaian dengan kenyataan dilapangan.
Sesuaikan kemampuan dengan keadaan geografis, waktu, biaya, dan tenaga, dalam penentuan tempat penelitian.
c. Menjajaki dan Menilai Lapangan
Perlu di ingat bahwa peneliti sudah harus mempelajari pustaka sebelum terjun kelapangan. Mempelajari segala unsur ; lingkungan sosial, fisik, dan keadaan alam dll.
Pengenalan dan penjajagan yang baik adalah bagaimana peneliti dapat menjadi bagian dari anggota kelompok/masyarakat yang diteliti-nya.
Hal ini dikenal dengan Invensi , Kirk dan Miller (1986:59-70) merumuskan tahap-tahap invensi dalam tiga aspek :
1. pemahaman atas petunjuk dan cara hidup
2. memahami pandangan hidup
3. penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan tempat penelitian
d. Memilih dan memanfaatkan Informan
e. Menyiapkan perlengkapan penelitian
f. Persiapan Etika Penelitian
Label:
Tahap Penelitian Secara Umum
Langkah Fokus dan Pembatasan Studi
Langkah Fokus

mmh bingung nehhh ..!
1. Penetapan focus dapat membatasi studi. Dapat membatasi bidang inkuiri. Jadi peneliti tidak perlu kesana kemari mencari objek penelitian karena sudah jelas objek penelitian adalah remaja pada contoh diatas.
2. untuk memenuhi kriteria inklusi-inklusi atau criteria masuk-keluar (inclusion-exclusion criteria). Jangan karena menarik kemudian dipaksakan masuk dalam data.(ditentukan data yang perlu dimasuk-kan dan tidak/dibuang).
Perumusan masalah yang bertumpu pada focus dalam penelitian kualitatif bersifat Tentatif, artinya penyempurnaan rumusan focus-masalah masih tetap dilakukan sewaktu peneliti sudah berada di latar penelitian.
Para peneliti kualitatif kadang mengharapkan adanya perubahan demikian dan mengantisipasi bahwa desain yang muncul akan diberi isi dan warna olehnya.
Penelitian alamiah justru menganggap perubahan demikian karena perubahan yang terjadi merupakan tanda adanya gerakan kearah penyempurnaan dan ke arah inkuiri yang berpandangan luas.
Hal ini jelas sesuai dengan salah satu karakteristik penelitian kualitatif bahwa desainnya dapatlah berubah sesuai dengan situasi atau konteks penelitian yang dihadapi.
Pembatasan Studi
Pembatasan masalah merupakan tahap yang menentukan dalam penelitian kualitatif walaupun sifatnya masih tentatif. Hal ini menghasilkan kesimpulan :
1. Suatu penelitian tidak dimulai dari hal yang vakum atau kosong, untuk itu peneliti harus membatasi penelitiannya pada fokus, menghasilkan acuan teori dari suatu penelitian (biasanya dimasukkan dalam bab 2).
2. Fokus pada dasarnya adalah masalah pokok yang bersumber dari pengalaman peneliti atau dari pengetahuan yang diperolahnya melalui kepustakaan ilmiah atau kepustakaan lainnya. Intinya ketika peneliti menemukan permasalahan maka ia kemudian mendalami kepuskaan yang relevan sebelum terjun ke-Lapangan. Dengan jalan demikian fokus penelitian akan memenuhi kriteria untuk bidang inkuiri yaitu bidang-bidang inklusi-eksklusi. Implikasi yang lain adalah peneliti harus memanfaatkan paradigma.
3. Penelitian adalah untuk memecahkan masalah maka perlu perumusan masalah, baru tujuan penelitian ditetapkan.
4. Masalah yang bertumpu pada fokus yang ditetapkan bersifat tentatif, dapat dirubah disesuaikan dengan latar penelitian. Peneliti harus membiasakan diri terhadap perubahan dalam masalah penelitian. Jika perubahannya cukup besar dan mendasar maka dengan terpaksa peneliti harus mendalami kembali kepustakaan yang relevan.

mmh bingung nehhh ..!
1. Penetapan focus dapat membatasi studi. Dapat membatasi bidang inkuiri. Jadi peneliti tidak perlu kesana kemari mencari objek penelitian karena sudah jelas objek penelitian adalah remaja pada contoh diatas.
2. untuk memenuhi kriteria inklusi-inklusi atau criteria masuk-keluar (inclusion-exclusion criteria). Jangan karena menarik kemudian dipaksakan masuk dalam data.(ditentukan data yang perlu dimasuk-kan dan tidak/dibuang).
Perumusan masalah yang bertumpu pada focus dalam penelitian kualitatif bersifat Tentatif, artinya penyempurnaan rumusan focus-masalah masih tetap dilakukan sewaktu peneliti sudah berada di latar penelitian.
Para peneliti kualitatif kadang mengharapkan adanya perubahan demikian dan mengantisipasi bahwa desain yang muncul akan diberi isi dan warna olehnya.
Penelitian alamiah justru menganggap perubahan demikian karena perubahan yang terjadi merupakan tanda adanya gerakan kearah penyempurnaan dan ke arah inkuiri yang berpandangan luas.
Hal ini jelas sesuai dengan salah satu karakteristik penelitian kualitatif bahwa desainnya dapatlah berubah sesuai dengan situasi atau konteks penelitian yang dihadapi.
Pembatasan Studi
Pembatasan masalah merupakan tahap yang menentukan dalam penelitian kualitatif walaupun sifatnya masih tentatif. Hal ini menghasilkan kesimpulan :
1. Suatu penelitian tidak dimulai dari hal yang vakum atau kosong, untuk itu peneliti harus membatasi penelitiannya pada fokus, menghasilkan acuan teori dari suatu penelitian (biasanya dimasukkan dalam bab 2).
2. Fokus pada dasarnya adalah masalah pokok yang bersumber dari pengalaman peneliti atau dari pengetahuan yang diperolahnya melalui kepustakaan ilmiah atau kepustakaan lainnya. Intinya ketika peneliti menemukan permasalahan maka ia kemudian mendalami kepuskaan yang relevan sebelum terjun ke-Lapangan. Dengan jalan demikian fokus penelitian akan memenuhi kriteria untuk bidang inkuiri yaitu bidang-bidang inklusi-eksklusi. Implikasi yang lain adalah peneliti harus memanfaatkan paradigma.
3. Penelitian adalah untuk memecahkan masalah maka perlu perumusan masalah, baru tujuan penelitian ditetapkan.
4. Masalah yang bertumpu pada fokus yang ditetapkan bersifat tentatif, dapat dirubah disesuaikan dengan latar penelitian. Peneliti harus membiasakan diri terhadap perubahan dalam masalah penelitian. Jika perubahannya cukup besar dan mendasar maka dengan terpaksa peneliti harus mendalami kembali kepustakaan yang relevan.
PERUMUSAN MASALAH DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Apa lagi neh ?!
Sebagian peneliti menganggap perumusan masalah merupakan hal yang sepele. Hal ini dapat dilihat ketika calon peneliti, mahasiswa untuk skripsi, tesis dan desertasinya terlihat menggunakan perumusan masalah yang tidak mantap sama sekali.
Beberapa hal yang dicermati ketika membuat perumusan masalah :
A. Pembatasan Malasah Melalui “Fokus”
Pada dasarnya penelitian didasarkan pada persepsi seseorang terhadap adanya masalah. Masalah tersebut tertumpu pada satu focus. Lincoln dan Gubs(1985:226) tergantung paradigmanya apakah sebagai seorang peneliti atau lainnya. Maka ada tiga macam masalah : masalah untuk peneliti, evaluands untuk evaluator dan pilihan kebijaksanaan untuk peneliti kebijakan.
Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda-tanya dan dengan sendirinya memerlukan upaya untuk mencari sesuatu jawaban(Guba, 1978:44 Lincoln dan Guba, 1985:218; dan Guba Lincoln, 1981:88).
Factor yang berhubungan tersebut dapat berupa konsep, data empiris, pengalaman atau unsure lainnya. Jika dua factor tsb digabungkan akan menghasilkan tanda-tanya.
Kesukaran yaitu suatu yang tidak dipahami atau tidak dapat dijelaskan pada waktu itu.
Seperti adanya tawuran sekolah ; peneliti kemungkinan ingin menelaahnya dari sisi kepala sekolah, perhatian orang tua, gejolak dalam diri remaja. Factor-faktor tersebut dapat dikaitkan menjadi penyebab tawuran remaja. Dan timbullah permasalahan seperti :
- Apakah ada kaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan tawuran remaja?
- Bagaimanakah gejolak dalam diri remaja (masa pubertas) apakah hal itu menjadi sumber penyebab timbulnya tawuran remaja?
- Apakah kesibukan orang tua sehingga mengabaikan pendidikan remaja di rumahnya ada kaitannya dengan kenakalan remaja yang berakibat pada tawuran remaja?
Tujuan Penelitian adalah untuk memecahkan masalah. Perumusan masalah dilakukan dengan jalan mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang memadai dan mengarah pada upaya untuk memahami atau menjelaskan factor-faktor yang berkaitan yang ada dalam masalah tersebut. Jadi proses tersebut berupa proses dialektik yang berperan sebagai proposisi-terikat dan antitetis yang membentuk masalah berdasarkan usaha sintesis tertentu.
Sintesis ..?
Persoalan Emik dan Etik
Persoalan Emik dan Etik (82)

Etis ngk yachh!
Pokok pikiran L. Pike (1954, vol 1:8-28) Language in relations to unifield theory of the structure of human behavior.
Pendekatan secara etik mempunyai beberapa cara :
a. mengelompokkan data tersebut yang dapat di perbandingkan
b. menyiapkan seperangkat criteria untuk mengklasifikasikan setiap unsur data.
c. Mengorganisasikan dalam tipe-tipe
d. Mempelajari, menemukan menguraikan setiap data baru yang ditemukan kedalam kerangka system yang telah dibuat.
Pendekatan emik : merupakan esensi yang sahih untuk satu bahan atau kebudayaan pada satu waktu tertentu;
Pendekatan ini merupakan usaha untuk mengungkapkan dan menguraikan pola suatu bahasa atau kebudayaan tertentu dari cara unsur-unsur bahasa atau kebudayaan berkaitan satu dengan yang lain dalam melakukan fungsinya sesuai dengan pola tersebut. Pendekatan ini tidak berusaha menguraikan segi generalisasi ke dalam klasifikasi yang diperoleh sebelum studi suatu kebudayaan dilakukan.
Pendekatan Emik
Terdiri atas kumpulan rumit antara tujuan dan prosedur. Nonstructural atau mengikuti pengelompokan, jadi peneliti menyusun system kategori yang logis, cara pengelompokan dan satuan-satuan tanpa memperdulikan struktur yang ada dalam bahasa perorangan.
a. pendekatan ini dapat berawal dari seperangkat setiap criteria yan dipilih oleh analisa secara sistematis atau secara arbitrer tanpa menghiraukan system emik yang ada.
b. Criteria ini dapat diterapkan dan dipilih diantara berbagai kegiatan system emik, tanpa peduli system emik tempat asal satuan.
c. Satuan yang sudah diklasifikasikan dapat diperlakukan atas dasar cirri-ciri fisik semata.
d. Satuan-satuan perilaku.

Etis ngk yachh!
Pokok pikiran L. Pike (1954, vol 1:8-28) Language in relations to unifield theory of the structure of human behavior.
Pendekatan secara etik mempunyai beberapa cara :
a. mengelompokkan data tersebut yang dapat di perbandingkan
b. menyiapkan seperangkat criteria untuk mengklasifikasikan setiap unsur data.
c. Mengorganisasikan dalam tipe-tipe
d. Mempelajari, menemukan menguraikan setiap data baru yang ditemukan kedalam kerangka system yang telah dibuat.
Pendekatan emik : merupakan esensi yang sahih untuk satu bahan atau kebudayaan pada satu waktu tertentu;
Pendekatan ini merupakan usaha untuk mengungkapkan dan menguraikan pola suatu bahasa atau kebudayaan tertentu dari cara unsur-unsur bahasa atau kebudayaan berkaitan satu dengan yang lain dalam melakukan fungsinya sesuai dengan pola tersebut. Pendekatan ini tidak berusaha menguraikan segi generalisasi ke dalam klasifikasi yang diperoleh sebelum studi suatu kebudayaan dilakukan.
Pendekatan Emik
Terdiri atas kumpulan rumit antara tujuan dan prosedur. Nonstructural atau mengikuti pengelompokan, jadi peneliti menyusun system kategori yang logis, cara pengelompokan dan satuan-satuan tanpa memperdulikan struktur yang ada dalam bahasa perorangan.
a. pendekatan ini dapat berawal dari seperangkat setiap criteria yan dipilih oleh analisa secara sistematis atau secara arbitrer tanpa menghiraukan system emik yang ada.
b. Criteria ini dapat diterapkan dan dipilih diantara berbagai kegiatan system emik, tanpa peduli system emik tempat asal satuan.
c. Satuan yang sudah diklasifikasikan dapat diperlakukan atas dasar cirri-ciri fisik semata.
d. Satuan-satuan perilaku.
Label:
Persoalan Emik dan Etik
Persoalan Kausalitas
Persoalan Kausalitas (79)
Konsep ini adalah berusaha mencari sebab-akibat berasal dari penelitian klasik yang lebih banyak memberi perhatian, terutama pada latar eksperimental. Kemampuan penelitian jenis ini diragukan oleh banyak orang.
Di ceritakan oleh Barker 1965, (Lincoln dan Guba, 1985:69) ;
Ketika saya mengadakan penelitian tentang Frustasi, penelitian tersebut sudah diverifikasi oleh peneliti lain dan menjadi bagian kepustakaan psikologi secara ilmiah.
Eksperimen tersebut menginformasikan hal mendasar tentang akibat anak-anak yang mengalami frustasi sebagai yang didefinisikan dalam eksperiman dan proses-nya.
Waktu berjalan mahasiswa saya Clifford L Fawl, mengadakan penelitian dan memberikan laporan ;
Pertama ; sulit ditemukan kejadian dari yang diharapkan.
Kedua ; hubungan berarti tidak dapat ditemukan di antara frustasi … dan akibatnya pada prilaku seperti .. Agresi …. Dan manifestasi mengandung arti lain secara teoritis.
Dengan kata lain frustasi jarang terjadi pada masa kanak-kanak, dan jika hal itu di amati tidak ada akibatnya pada prilaku yang diamati di laboratorium.
Dari hal diatas bahwa penelitian kualitatif lebih banyak memberikan jawaban terhadap inkuiri, termasuk yang bersifat kausalitas sekalipun.
Lofland (1980:102:104) menelaah tiga bentuk hubungan sebab akibat ;
1. hubungan tunggal
2. hubungan dengan sejumlah penyebab
3. hubungan dengan penyebab yang mungkin bertambah.
Patton (1980:278) prinsip utama dari analisis kualitatif ialaha bahwa hubungan kausal dan pernyataan teoritis harus secara jelas muncul dan berakar dari fenomena yang di telaah, teori muncul dari data; ia tidak boleh dipaksakan kepada data.
Naturalistic ?
Konsep ini adalah berusaha mencari sebab-akibat berasal dari penelitian klasik yang lebih banyak memberi perhatian, terutama pada latar eksperimental. Kemampuan penelitian jenis ini diragukan oleh banyak orang.
Di ceritakan oleh Barker 1965, (Lincoln dan Guba, 1985:69) ;
Ketika saya mengadakan penelitian tentang Frustasi, penelitian tersebut sudah diverifikasi oleh peneliti lain dan menjadi bagian kepustakaan psikologi secara ilmiah.
Eksperimen tersebut menginformasikan hal mendasar tentang akibat anak-anak yang mengalami frustasi sebagai yang didefinisikan dalam eksperiman dan proses-nya.
Waktu berjalan mahasiswa saya Clifford L Fawl, mengadakan penelitian dan memberikan laporan ;
Pertama ; sulit ditemukan kejadian dari yang diharapkan.
Kedua ; hubungan berarti tidak dapat ditemukan di antara frustasi … dan akibatnya pada prilaku seperti .. Agresi …. Dan manifestasi mengandung arti lain secara teoritis.
Dengan kata lain frustasi jarang terjadi pada masa kanak-kanak, dan jika hal itu di amati tidak ada akibatnya pada prilaku yang diamati di laboratorium.
Dari hal diatas bahwa penelitian kualitatif lebih banyak memberikan jawaban terhadap inkuiri, termasuk yang bersifat kausalitas sekalipun.
Lofland (1980:102:104) menelaah tiga bentuk hubungan sebab akibat ;
1. hubungan tunggal
2. hubungan dengan sejumlah penyebab
3. hubungan dengan penyebab yang mungkin bertambah.
Patton (1980:278) prinsip utama dari analisis kualitatif ialaha bahwa hubungan kausal dan pernyataan teoritis harus secara jelas muncul dan berakar dari fenomena yang di telaah, teori muncul dari data; ia tidak boleh dipaksakan kepada data.
Naturalistic ?
Label:
Persoalan Kausalitas
Langgan:
Entri (Atom)





